Program INOTARUM merupakan salah satu program unggulan Tim PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS yang berfokus pada diversifikasi produk pangan berbasis potensi desa. Melalui kegiatan ini, IMM berupaya memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dan masyarakat Desa Taruman agar mampu mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk inovatif yang memiliki daya saing serta mampu meningkatkan nilai tambah komoditas desa.
Grobogan, 26 Juli 2026 – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melalui Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui Program INOTARUM (Inovasi Taruman). Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 hingga Minggu, 26 Juli 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan ini bertujuan mengembangkan potensi lokal sukun menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi.
Program INOTARUM merupakan salah satu program unggulan Tim PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS yang berfokus pada diversifikasi produk pangan berbasis potensi desa. Melalui kegiatan ini, IMM berupaya memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dan masyarakat Desa Taruman agar mampu mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk inovatif yang memiliki daya saing serta mampu meningkatkan nilai tambah komoditas desa.
Pada hari pertama, Sabtu, 25 Juli 2026, peserta mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan tepung sukun. Dalam sesi ini, masyarakat diperkenalkan pada proses pengolahan sukun mulai dari pemilihan bahan baku, pengupasan, pengirisan, pengeringan, hingga proses penggilingan menjadi tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai produk pangan.
Kegiatan dilanjutkan pada Minggu, 26 Juli 2026, dengan praktik pengolahan tepung sukun menjadi mendoan, serta inovasi pembuatan keripik sukun dan stik sukun. Pelatihan menghadirkan Ibu Ida Sulistyaningsih, selaku Owner UMKM Putri Mandiri Desa Taruman, sebagai narasumber yang membagikan pengalaman dan keterampilan dalam mengembangkan produk olahan sukun menjadi produk yang memiliki nilai jual dan peluang pasar yang lebih luas.
Tidak hanya berfokus pada proses produksi, peserta juga memperoleh wawasan mengenai teknik pengolahan yang baik, menjaga kualitas produk, serta pentingnya inovasi dalam menciptakan produk yang mampu bersaing di tengah perkembangan industri pangan. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap sesi praktik dan diskusi bersama narasumber.
Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan UNIMUS Tahun 2026, Aji Hildan Ferdiansyah, menyampaikan bahwa Program INOTARUM merupakan bentuk nyata kontribusi IMM dalam mendampingi masyarakat untuk mengoptimalkan potensi desa melalui inovasi produk.
"Desa Taruman memiliki potensi sukun yang sangat besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Melalui Program INOTARUM, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengolah sukun menjadi berbagai produk inovatif yang memiliki nilai tambah ekonomi. Harapannya, inovasi ini menjadikan produk olahan sukun sebagai salah satu produk unggulan Desa Taruman," ujar Aji Hildan Ferdiansyah.
Melalui Program PPK Ormawa, IMM Ahmad Dahlan UNIMUS berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. INOTARUM menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal melalui inovasi produk, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi dengan pelaku UMKM.