Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Semarang resmi memulai masa bakti periode 2026-2027 melalui prosesi pelantikan yang khidmat. Mengangkat tema besar “Aksi Terintegrasi: Manifestasi Integrasi dalam Akselerasi Kolektif IMM Semarang”, acara yang digelar di Aula Lantai 2 Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah pada Ahad (3/5/2026) ini menjadi tonggak awal konsolidasi kekuatan besar mahasiswa Muhammadiyah di Ibu Kota Jawa Tengah
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Semarang resmi memulai masa bakti periode 2026-2027 melalui prosesi pelantikan yang khidmat. Mengangkat tema besar “Aksi Terintegrasi: Manifestasi Integrasi dalam Akselerasi Kolektif IMM Semarang”, acara yang digelar di Aula Lantai 2 Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah pada Ahad (3/5/2026) ini menjadi tonggak awal konsolidasi kekuatan besar mahasiswa Muhammadiyah di Ibu Kota Jawa Tengah.
Visi "Aksi Terintegrasi" ini diterjemahkan sebagai upaya menyatukan seluruh potensi kader dan pimpinan dari berbagai latar belakang keilmuan untuk bergerak dalam satu irama perjuangan yang lebih cepat dan berdampak luas.
Manifestasi Integrasi dalam Gerakan Nyata
Ketua Umum PC IMM Kota Semarang yang baru dilantik, Muhammad Haikal Nabil, menegaskan bahwa tema ini merupakan strategi untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya integrasi antar bidang dan 21 pimpinan komisariat agar tidak ada lagi gerakan yang berjalan sendiri-sendiri.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan di tingkat Cabang dapat terakselerasi hingga ke tingkat Komisariat. Integrasi adalah kunci agar kekuatan kolektif kita menjadi daya ledak bagi perubahan sosial dan dakwah di Kota Semarang,” ujar Haikal dalam pidato iftitahnya.
Sebagai instrumen pendukung akselerasi tersebut, diluncurkan pula IMM Digital Hub melalui portal immkotasemarang.or.id. Sistem ini diposisikan sebagai jembatan penghubung yang mengintegrasikan data, arsip, dan manajemen kegiatan secara terpusat agar koordinasi pimpinan menjadi lebih solid.
Stadium General: Mempertajam Visi Kepemimpinan
Menambah bobot intelektual dalam rangkaian pelantikan, agenda ini diisi dengan sesi Stadium General. Sesi ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Dr. Cahyo Seftyono, M.A. (Ketua Fokal IMM Kota Semarang) dan M. Isa Thoriq S. Hum, M.A.P dari Genzi (Generasi Antikorupsi) Jateng. Dipandu oleh IMMawan Daffa sebagai moderator, diskusi ini mengupas tuntas bagaimana manifestasi integrasi dapat menjadi mesin penggerak akselerasi kolektif organisasi.
Dihadiri Tokoh Lintas Sektor dan Pemerintah
Momentum bersejarah ini disaksikan langsung oleh jajaran stakeholder penting. Hadir mewakili pemerintah daerah, perwakilan dari Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah. Dari internal Muhammadiyah, hadir memberikan arahan Sekretaris PDM Kota Semarang, H. Suparno BM, bersama jajaran Organisasi Otonom Muhammadiyah, serta Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, Nia Nur Pratiwi. Kehadiran delegasi organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Semarang turut mempertegas posisi IMM yang siap berkolaborasi secara luas.
Nakhoda Baru untuk Akselerasi Organisasi
Prosesi pelantikan mengukuhkan Muhammad Haikal Nabil sebagai Ketua Umum, didampingi oleh Taufikur Rohman sebagai Sekretaris Umum, dan M. Fazlurrahman Alfafa sebagai Bendahara Umum. Struktur kepengurusan diperkuat oleh 39 pengurus pada berbagai pos strategis, mulai dari jajaran Ketua Bidang seperti Rizqi Aulia Isnaini, Aminah Choirunnida’, hingga Ammar Halimi, serta jajaran Sekretaris Bidang dan Anggota Bidang yang solid.
Sekretaris Umum, Taufikur Rohman, menambahkan bahwa keseragaman gerak akan menjadi prioritas. "Akselerasi kolektif hanya bisa tercapai jika kita memiliki sistem yang mendukung kerja-kerja kolaboratif. Kami hadir untuk memastikan roda organisasi berputar lebih kencang namun tetap dalam satu jalur yang sama," ungkapnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menandai dimulainya langkah kolektif PC IMM Kota Semarang untuk satu periode ke depan. Dengan semangat "Aksi Terintegrasi", IMM Semarang kini bersiap melakukan lompatan besar dalam dakwah mahasiswa di kancah daerah maupun nasional.